Widget HTML #1

Perundungan: Pengertian, Penyebab, dan Solusi

Aksi Perundungan
Viral atau kaget dengan video perundungan yang terjadi di salah satu sekolah internasional dan diduga dilakukan oleh salah seorang anak artis Indonesia? 

Nah, apa sih sebenarnya perundungan tersebut? Penyebab dan Solusi yang harus diambil? Yuk baca artikel di bawah ini sampai lengkap.

Pengertian Perundungan

Perundungan atau bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah atau berbeda dari mereka, dengan tujuan untuk menyakiti, merugikan, atau mengintimidasi korban. 

Perundungan dapat terjadi di berbagai lingkungan, seperti sekolah, tempat kerja, media sosial, dan lain-lain. Perundungan melibatkan tiga pihak, yaitu pelaku, korban, dan saksi mata atau bystanders.

Jenis Perundungan

Perundungan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuknya, yaitu:

Kekerasan fisik

Perundungan yang dilakukan dengan cara menyakiti tubuh korban secara langsung atau tidak langsung. Contohnya adalah memukul, menendang, mencubit, menjambak rambut, mendorong, atau melempar barang.

Kekerasan verbal

Perundungan yang dilakukan dengan cara menyakiti perasaan korban melalui kata-kata. Contohnya adalah mengejek nama panggilan, penampilan fisik, suku bangsa, agama, kecerdasan, kemampuan, atau minat korban.

Kekerasan nonverbal

Perundungan yang dilakukan dengan cara menyakiti harga diri korban melalui perilaku nonverbal. Contohnya adalah meniru gerakan tubuh korban secara mengejek, membuat isyarat tangan yang kasar atau menghina, mengacuhkan atau mengucilkan korban dari kelompok, atau membuat mimik wajah yang mengejutkan atau menakutkan.

Kekerasan sosial

Perundungan yang dilakukan dengan cara merusak hubungan sosial korban dengan orang lain. Contohnya adalah menggosipkan, menjelekkan, menyebar fitnah, memboikot, atau mengadu domba korban dengan teman-temannya.

Kekerasan siber

Perundungan yang dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti internet, media sosial, pesan singkat, atau telepon. Contohnya adalah mengirim pesan atau komentar yang kasar, menghujat, menyebarkan foto atau video yang mempermalukan, atau mengancam korban secara online.

Penyebab Perundungan

Perundungan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari diri pelaku, korban, maupun lingkungan sekitar. Beberapa faktor penyebab perundungan adalah:
  • Kurangnya pengawasan dan perhatian dari orang tua, guru, atau atasan terhadap perilaku anak atau bawahan mereka.
  • Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang dampak negatif perundungan bagi korban, pelaku, dan lingkungan.
  • Kurangnya keterampilan sosial dan emosional, seperti komunikasi, empati, toleransi, dan pengendalian diri.
  • Adanya perbedaan atau ketidaksesuaian antara pelaku dan korban, seperti fisik, intelektual, sosial, ekonomi, budaya, agama, atau orientasi seksual.
  • Adanya tekanan atau konflik dari dalam diri atau dari luar, seperti stres, trauma, kecemburuan, persaingan, atau permintaan yang tidak realistis.
  • Adanya pengaruh negatif dari teman sebaya, media, atau lingkungan yang menganggap perundungan sebagai hal yang biasa, lucu, atau keren.

Cara Mengatasi Perundungan

Perundungan dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini.
  1. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang perundungan di antara semua pihak yang terlibat, seperti siswa, guru, orang tua, karyawan, atasan, dan pengguna media sosial. Program pendidikan ini harus menekankan pentingnya menghormati perbedaan, empati, dan capaian prestasi bersama di lingkungan masing-masing.
  2. Mendorong keterlibatan aktif dari pengawas, seperti orang tua, guru, atau atasan, dalam mengawasi, mencegah, dan mengintervensi perilaku perundungan yang terjadi di bawah tanggung jawab mereka. Pengawas harus memberikan contoh perilaku yang baik, memberikan sanksi yang tegas dan adil bagi pelaku, serta memberikan dukungan dan perlindungan bagi korban.
  3. Membangun budaya dan iklim yang positif, aman, dan inklusif di lingkungan sekolah, tempat kerja, media sosial, dan lain-lain. Budaya dan iklim ini harus mendorong kerjasama, kebersamaan, keadilan, dan kepercayaan di antara semua anggota. Selain itu, harus ada aturan dan kebijakan yang jelas dan konsisten tentang perundungan dan cara menanganinya.
  4. Memberdayakan korban, pelaku, dan saksi mata atau bystanders untuk berperan aktif dalam mengatasi perundungan. Korban harus diberikan keterampilan dan kepercayaan diri untuk melawan, melaporkan, atau menghindari perundungan. Pelaku harus diberikan kesempatan dan bantuan untuk mengubah perilaku mereka menjadi lebih positif dan bertanggung jawab. Saksi mata atau bystanders harus diberikan motivasi dan dukungan untuk membantu korban, menegur pelaku, atau melaporkan perundungan kepada pengawas.

Solusi Perundungan

Perundungan membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak yang terkait. Beberapa solusi yang dapat diterapkan adalah:

Sekolah

Sekolah harus memiliki tim anti-perundungan yang terdiri dari guru, konselor, staf, dan siswa yang bertugas untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah. 

Tim ini harus bekerja sama dengan orang tua, komunitas, dan pihak berwenang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan aman bagi semua siswa.

Orang tua

Orang tua harus memberikan perhatian, kasih sayang, dan pengawasan yang cukup kepada anak-anak mereka, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi mata perundungan. 

Orang tua harus berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan anak-anak mereka tentang perundungan, mengajarkan mereka nilai-nilai moral dan etika, serta membimbing mereka untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi. 

Orang tua juga harus bekerja sama dengan sekolah, konselor, atau pihak lain yang dapat membantu anak-anak mereka.

Korban

Korban perundungan harus mendapatkan bantuan dan dukungan yang adekuat untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh perundungan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. 

Korban harus mendapatkan konseling, terapi, atau rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. Korban juga harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan, dan kesejahteraan mereka.

Pelaku

Pelaku perundungan harus mendapatkan hukuman dan konsekuensi yang proporsional dengan tingkat dan frekuensi perundungan yang mereka lakukan. 

Pelaku harus diajarkan untuk menyadari dan menyesali kesalahan mereka, meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan korban, serta mengubah perilaku mereka menjadi lebih positif dan produktif. 

Pelaku juga harus mendapatkan bimbingan, pendidikan, atau terapi yang dapat membantu mereka mengatasi faktor-faktor penyebab perundungan yang berasal dari diri atau lingkungan mereka.

Kesimpulan

Perundungan adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah atau berbeda.

Perundungan dapat terjadi di berbagai lingkungan, seperti sekolah, tempat kerja, media sosial, dan lain-lain. Perundungan melibatkan tiga pihak, yaitu pelaku, korban, dan saksi mata atau bystanders.

Perundungan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari diri pelaku, korban, maupun lingkungan sekitar. Beberapa faktor penyebab perundungan adalah kurangnya pengawasan dan perhatian dari orang tua, guru, atau atasan, kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang dampak negatif perundungan, kurangnya keterampilan sosial dan emosional, adanya perbedaan atau ketidaksesuaian antara pelaku dan korban, adanya tekanan atau konflik dari dalam diri atau dari luar, dan adanya pengaruh negatif dari teman sebaya, media, atau lingkungan.

Perundungan dapat diatasi dengan cara-cara seperti meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang perundungan di antara semua pihak yang terlibat, mendorong keterlibatan aktif dari pengawas dalam mengawasi, mencegah, dan mengintervensi perilaku perundungan, membangun budaya dan iklim yang positif, aman, dan inklusif di lingkungan masing-masing, dan memberdayakan korban, pelaku, dan saksi mata atau bystanders untuk berperan aktif dalam mengatasi perundungan.

Perundungan membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak yang terkait. Beberapa solusi yang dapat diterapkan adalah sekolah harus memiliki tim anti-perundungan yang bekerja sama dengan orang tua, komunitas, dan pihak berwenang.

Orang tua harus memberikan perhatian, kasih sayang, dan pengawasan yang cukup kepada anak-anak mereka, korban harus mendapatkan bantuan dan dukungan yang adekuat untuk mengatasi dampak negatif perundungan, dan pelaku harus mendapatkan hukuman dan konsekuensi yang proporsional serta bimbingan, pendidikan, atau terapi yang dapat membantu mereka mengubah perilaku mereka.

Demikianlah artikel yang saya buat tentang perundungan. Semoga artikel ini bermanfaat dan informatif bagi semuanya. Terima kasih telah berkunjung dan membaca. 
Afriant Ishaq
Afriant Ishaq A male blogger who is afraid of heights and always faints when sees blood. But once active as an HIV AIDS counselor, and an announcer on a radio.

Posting Komentar untuk "Perundungan: Pengertian, Penyebab, dan Solusi "