Skip to main content

follow us

Pengertian Jurnalistik, Berita dan Ragam Berita Menurut Para Ahli


Pengertian Jurnalistik, Berita dan Ragam Berita Menurut Para Ahli

Pengertian

Secara etimologis, kata jurnalistik berasal dari kata journalistic (Inggris) yang berarti hal-ihwal atau kegiatan kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Di Indonesia istilah jurnalistik diduga masuk melalui bahasa Belanda journalistiek yang artinya penyiaran catatan harian. Kata jurnalistik dibentuk dari kata dasar jurnal (journal), yang berarti laporan atau catatan. Dalam bahasa Prancis jour berarti hari atau catatan harian.

Namun berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI kata jurnalistik diartikan sebagai berikut :

(1) Hal-ihwal yang menyangkut dunia atau kegiatan kewartawanan dan persuratkabaran;

(2) Kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis surat kabar, majalah, atau berkala lainnya.

Sedangkan dalam Ensiklopedia Indonesia, kata jurnalistik diartikan sebagai bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan/atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran dan pengkajian) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.

Sedang dalam Leksikon Komunikasi kata jurnalistik dimaknai sebagai pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita dan karangan utuk surat kabar, majalah, dan media massa lainnya seperti radio dan televisi.

Sedangkan berdasarkan para ahli salah satunya Asep Syamsul M. Romli yang dikutip dari buku Jurnalistik Dakwah. Jurnalistik merupakan proses kegiatan mengolah, menulis, dan menyebarluaskan berita dan atau opini melalui media massa. (Asep Syamsul M. Romli. 2003. Jurnalistik Dakwah. Bandung: Rosda).

Pengertian Berita

Berita yang merupakan produk kegiatan jurnalistik dimaknai sebagai laporan tercepat mengenai fakta atau opini yang mengandung hal yang menarik minat atau penting, atau kedua-duanya, bagi sejumlah besar penduduk (Michael V. Charn, dalam Effendy, 1992:67).

Definisi lain menyebut berita sebagai laporan peristiwa (a report of an event) (Ecip, 1995:48).

"News is anything timely that interests a number of readers, and the best news is thatwhich has the greatest interest for the greatest number of readers” (Berita adalah segala sesuatu yang hangat, yang menarik sejumlah pembaca dan berita yang terbaik adalah berita yang paling menarik perhatian bagi jumlah pembaca yang paling besar). Ini pendapat Dr. Williard G. Bleyer. Jadi, menurut definisi Bleyer, dapat disimpulkan bahwa berita mempunyai komponen sebagai berikut.

1.Segala sesuatu

2.Hangat

3.Menarik perhatian

4.Sejumlah khalayak.

Douglas Wood Miller menyatakan bahwa minat pembaca terpenuhi jika berita itu memenuhi beberapa syarat (Mardjuki, 1984:5) seperti berikut ini :

•Waktu

•Tempat

•Isi

Namul Hal utama dan pokok yang berkaitan dengan berita adalah peristiwa. Peristiwa ialah realitas atau fakta yang direkam (oleh wartawan), dan pada gilirannya dilaporkan secara terbuka melalui media massa. Laporan tersebut berupa rekonstruksi atas peristiwa, yang berarti luas, antara lain meliputi keterangan, peristiwa, suasana, manusia dan pendapat (Ecip, 1995:48).

Frank Luther Mott dalam New Survey of Journalism menyatakan bahwa paling sedikit ada delapan konsep berita, yaitu:

(1) berita sebagai laporan tercepat (news as timely report),
(2) berita sebagai rekaman (news as record),
(3) berita sebagai fakta obyektif (news as objective facts),
(4) berita sebagai interpretasi (news as interpretation),
(5) berita sebagai sensasi (news as sensation),
(6) berita sebagai minat insani (news as human interest),
(7) berita sebagai ramalan (news as prediction),
(8) berita sebagai gambar (news as picture).

Pengertian lain juga menyebutkan Berita dapat dipandang dari sisi komunikator. Menurut Hiebert, Ungurait, Bohn (1991:413), berita adalah “apa yang menyebabkan individu mau membayarnya dengan uang atau waktu” (“what an individual is willing to pay for with time and money”).Namun Karena tidak semua peristiwa layak dijadikan berita, maka untuk itu diperlukan persyaratan penting berupa nilai berita. Jadi hanya peristiwa yang memiliki nilai berita yang layak dan bisa dijadikan beritakan. (“news must have some intrintsic value to the individual”).

Ragam Berita dan jenis berita

Ragam berita dan jenis berita yang akan dipaparkan di sini adalah ragam berita Menurut Siregar dkk (1998:154), berita jurnalistik yang muncul dalam surat kabar atau majalah berita dapat digolongkan menjadi empat, yaitu :

1. Berita langsung (stright/hard/spot news),
2. Berita ringan (soft news),
3. Berita kisah (feature),
4. Laporan mendalam (indepth report).

Nah mari kita bahas satu persatu ragam dan jenis berita di atas.

Berita Langsung

(Straight News/Hard News/Spot News)

Berita langsung digunakan untuk menyampaikan kejadian-kejadian penting yang perlu segera diketahui oleh pembaca. Disebut berita langsung (straight news) karena unsur-unsur terpenting dari peristiwa itu harus langsung (sesegera-segeranya) disampaikan kepada pembaca.

Berita langsung dapat juga yang disebut sebagai spot news. Jika berita bersifat “spot”, maka wartawan harus berhadapan langsung dengan kejadian, lalu melaporkan kejadian itu. Jika tak dapat dihadapi secara langsung, wartawan terpaksa “meminjam” persepsi orang lain terhadap kejadian tersebut. Melalui persepsi orang itu, wartawan menyusun kembali (merekonstruksi) kejadian.

Berita langsung juga disebut hard news, menimbang bahwa fakta yang digunakan untuk memberitakan suatu peristiwa adalah fakta keras. Fakta keras ialah fakta yang segera dapat diukur berdasarkan persepsi inderawi manusia.

Aktualitas merupakan unsur penting dalam berita langsung. Suatu kejadian yang sudah lama terjadi, tidak bernilai lagi untuk ditulis sebagai berita langsung. Kejadian yang telah lama terjadi hanya layak diberitakan jika ada unsur kuat lainnya selain aktualitas, dan biasanya ditulis sebagai berita ringan atau berita kisah.

Berapa lama kejadian dapat dianggap aktual? Untuk surat kabar harian, kejadian kemarin dapat dianggap aktual (selama belum dimuat di surat kabar lain). Bisa juga kejadian yang sudah berusia dua hari, bahkan seminggu, tetap dianggap aktual, karena kejadian itu baru saja diketahui, misalnya gempa bumi di pedalaman Papua. Langkanya alat transportasi atau komunikasi menyebabkan kabar terjadinya gempa tersebut terlambat diketahui.

Meskipun yang ditonjolkan bukan lagi unsur waktu, melainkan makna kejadian itu.

Yang penting, suatu kejadian akan kehilangan aktualitasnya jika sudah dimuat dalam surat kabar lain. Namun, aktualitas tidak hanya berkaitan dengan waktu, melainkan juga mencakup sesuatu yang baru diketahui, atau sesuatu yang baru ditemukan, misalnya cara baru, ide baru, langkah baru, serta perkembangan mutakhir. Semuanya itu memiliki makna penting bagi keadaan sekarang. Oleh karena itu, penerbitan yang tidak bersaing dalam hal aktualitas, harus mencari unsur lain yang terdapat dalam suatu kejadian, antara lain dengan memberikan latar belakang yang sifatnya manusiawi. 

Berita Ringan (Soft News)

Berita ringan tidak mengutamakan unsur penting yang hendak diberitakan, melainkan sesuatu yang menarik. Berita ini biasa ditemukan sebagai kejadian yang menusiawi dalam suatu kejadian penting. Kejadian yang penting tersebut dituliskan sebagai berita langsung, sedang yang menyangkut unsur manusiawi ditulis sebagai berita ringan.

Berdasarkan kejadiannya, berita ringan dibedakan atas dua jenis. Pertama, berita ringan yang kejadiannya merupakan sampiran dari peristiwa penting yang diberitakan lewat berita langsung (disebut side bar). Kedua, berita ringan yang kejadiannya berdiri sendiri, jadi tidak terkait dengan suatu peristiwa penting yang bisa dituliskan sebagai berita langsung. Berita ringan jenis kedua dapat “bertahan” lebih lama, tidak terikat aktualitas. Jenis berita ini memberikan langsung ganjaran psikologis bagi pembacanya, misalnya keterharuan, kegembiraan, dsb. Bahan yang ditulis sebagai berita ringan adalah kejadian pada permukaan saja, tidak perlu melacak latar belakangnya.

Apa saja unsur menarik yang dapat dijadikan materi penulisan berita ringan? Unsur menarik ini, bukan sesuatu yang penting dan berdampak langsung kepada pembaca, melainkan semata-mata hanya memberikan sentuhan emosional. Hal-hal semacam itu terdapat dalam kejadian-kejadian yang mencerminkan kekonyolan (komedi), dramatis, kontroversial, tragis, atau unik (di luar kebiasaan, atau jarang terjadi).

Seorang tokoh terkenal yang selama ini diketahui selalu bersantap di restoran mewah, tiba-tiba terlihat menikmati makan siang di sebuah warung di pinggir jalan. Unsur ketenaran tokoh tersebut, dan juga tindakannya di luar kebiasaan, dapat menjadikan peristiwa itu sebagai berita ringan yang menarik.

Berita Kisah (Feature)

Berita kisah adalah tulisan mengenai kejadian yang dapat menyentuh perasaan, ataupun yang menambah pengetahuan pembaca lewat penjelasan rinci, lengkap, serta mendalam. Berita ini tidak terikat aktualitas. Nilai utamanya terletak pada unsur manusiawi atau informasi yang dapat menambah pengetahuan.

Berita kisah dapat ditulis dari kejadian yang sudah masuk kotak sejarah, misalnya kejadian manusiawi yang dialami para tokoh terkenal pada masa lampau. Hal seperti itu layak ditulis jika ternyata ada sesuatu yang baru tentang mereka yang belum pernah diungkapkan, dan penting mendapat perhatian karena ada kaitannya dengan kondisi sekarang.

Untuk peristiwa atau masalah yang bersifat kekinian, bila dituliskan dalam format berita kisah, waktu tidak menjadi kriteria utama, melainkan urgensi peristiwa atau masalah untuk mendapat perhatian. Berita kisah yang ditulis berdasarkan peristiwa yang baru terjadi, disebut news feature. Kalau pada berita langsung unsur pentinglah yang ditonjolkan, maka pada berita kisah yang tergolong news feature, unsur penting dan unsur menarik ditonjolkan sekaligus. Ada alasannya? Pertama, berita kisah umumnya ditulis karena peristiwa atau masalah yang diberitakan luas cakupannya. Kedua, dampak peristiwa atau masalah itu sendiri juga menyangkut kehidupan masyarakat luas. Ketiga, dibutuhkan uraian yang lebih panjang dan rinci, sehingga pembaca dapat memahami secara baik duduk perkara sebenarnya.

Gejala perubahan kehidupan masyarakat, misalnya, yang belakangan banyak beralih dari kehidupan agraris ke kehidupan industrial, terlihat sebagai hal biasa yang wajar saja. Padahal, banyak konsekuensi yang timbul akibat perubahan semacam itu. Misalnya, kota semakin padat, pengangguran dan kriminilitas meningkat, fasilitas semakin tak memadai lagi. Persoalan-pwrsoalan seperti itu dapat menjadi bahan bagus untuk menulis berita kisah.

Perjuangan keras seorang pengembang, sejak dari tukang kayu menjadi pengusaha real estate, misalnya, dapat ditulis menjadi berita kisah. Berita kisah semacam ini dikenal dengan sebuat profile feataure. Profile feature tentu saja tak hanya menyangkut cerita sukses. Cerita kegagalan juga dapat menjadi berita kisah. Jadi, profile feature dapat menceritakan perjalanan hidup seseorang, bisa pula hanya menggambarkan sepak terjangnya dalam suatu kegiatan dan pada kurun waktu tertentu. Yang penting, dalam berita kisah, unsur manusiawi berperan penting, karena itulah yang ditonjolkan. Ini bertujuan agar pembaca dapat bercermin lewat kehidupan orang lain.

Berita kisah tidak selalu menonjolkan unsur manusiawi (human interest) yang menyentuh perasaan. Ada berita kisah yang menguraikan profil suatu perusahaan atau organisasi, menceritakan bagaimana perusahaan atau organisasi itu digerakkan untuk mencapai tujuannya.

Ada pula berita kisah yang menjelaskan proses atau bagaimana melakukan sesuatu (how to do it feature). Dalam berita kisah jenis ini, informasi yang disampaikan lebih sebagai petunjuk yang dipandang penting bagi pembaca. Misalnya, petunjuk melakukan perjalanan wisata lewat darat, dengan menyajikan keterangan di mana terdapat hotel, pompa bensin, rumah makan, lengkap dengan perkiraan biaya, kualitas jalan.

Human interest feature menonjolkan hal-hal yang menyentuh perasaan sebagai hal menarik. Jadi, untuk berita kisah ini dapat ditulis tentang peristiwa atau masalah yang dialami manusia, baik yang sudah mendiang maupun yang masih hidup. Selain itu, juga dapat mengenai makhluk ataupun benda lain yang dapat diungkapkan sehingga menggugah perasaan pembaca, atau tentang duduk perkara suatu permasalahan yang sedang dihadapi sekelompok orang.

Berita kisah digunakan untuk mengangkat nuansa atau warna detil kehidupan, hal yang sering tidak mungkin dilakukan lewat berita langsung. Berita langsung, karena lebih merupakan potret sesaat dari suatu kejadian atau harus memenuhi aktualitas, dalam banyak hal hanya mampu mengungkapkan gejala yang tertangkap oleh inderawi. Berita kisah dapat mengatasi kendala itu. Persoalan aktualitas tidak menjadi kendala bagi berita kisah. Itulah sebabnya berita kisah tergolong berita yang dapat ditulis penuh warna.

Berita kisah, begitu pula laporan mendalam, yang menjadi andalan sering dimuat sebagai anker (jangkar, anchor) pada halaman depan surat kabar, atau laporan utama dalam rubrik khusus, edisi minggu, maupun suplemen(halaman tambahan, sisipan). Berita kisah yang cukup panjang kadang-kadang dimuat secara serial (disebut juga dalam sejumlah episode) pada hari yang berurutan.

Berita Mendalam (Indepth News)

Laporan mendalam pada dasarnya memiliki struktur dan cara penulisan yang sama dengan berita kisah. Perbedaannya terletak pada adanya unsur manusiawi yang terdapat dalam berita kisah, yang belum tentu ditemukan dalam laporan mendalam.

Laporan mendalam digunakan untuk menuliskan permasalahan secara lebih lengkap, mendalam, dan analitis. Cara penulisan seperti ini dimaksudkan untuk menyajikan informasi agar pembaca lebih memahami duduk perkara suatu masalah

Dalam kehidupan sehari-hari, sering muncul peristiwa yang cukup rumit. Kerumitan masalah dalam peristiwa itu menyebabkan pembaca belum dapat memahami duduk perkara sebenarnya jika hanya diungkapkan melalui berita langsung. Pembaca belum tentu juga dapat mengerti jika masalah dijelaskan dengan menggunakan hanya satu sudut pandang. Kompleksitas permasalahan menyebabkan peristiwa itu perlu disoroti lewat sejumlah sudut pandang agar pembaca memperoleh pemahaman lebih baik, lengkap dan menyeluruh.

Dengan laporan mendalam, ke arah mana suatu peristiwa berkembang akan lebih mudah dipaparkan. Begitu pula kaitan antara sebab dan akibat, apa saja kepentingan sejumlah pihak dalam perkembangan persoalan itu, bagaimana kepentingan itu mempengaruhi arah perkembangan persoalan, termasuk apa saja yang mungkin timbul, menjadi sorotan dalam laporan mendalam.

Sering kaitan sebab-akibat, begitu pula kepentingan sejumlah pihak, tidak tampak jelas di permukaan. Sejumlah fakta harus dikumpulkan jauh ke belakang, sebelum peristiwa muncul. Semua fakta itu harus ditelusuri kaitannya satu demi satu terhadap perkembangan yang muncul kemudian.

Laporan mendalam ditulis berdasarkan hasil liputan terencana, dan acap memerlukan waktu lama. Cara peliputan seperti peliputan interpretatif atau investigasi, antara lain dilakukan ketika mengumpulkan fakta yang diperlukan untuk menyusun tulisan. Peliputan interpretatif dilakukan apabila untuk menggambarkan duduk perkara dari masalah yang diliput, diperlukan kemampuan interpretasi dalam melihat keterkaitan logis antar sejumlah fakta. Adapun peliputan investigatif dilakukan apabila ada sejumlah pihak untuk menutupi kejadian sebenarnya, atau menyembunyikan sejumlah fakta

Sekian pembahasan tentang Pengertian Jurnalistik, Berita dan Ragam Berita Menurut Para Ahli. Di sisi lain atau tempat lain pengertian menurut para ahli ini pasti berbeda-beda. Situs rujukan yang penulis kutip adalah romeltea.com

You Might Also Like:

Oldest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar