Skip to main content

follow us

Teknik MC dan Beberapa Kesalahan Umum Dalam Memandu Acara

Teknik MC dan Beberapa Kesalahan Umum Dalam Memandu Acara

Dalam sebuah acara atau ceremony baik formal maupun non formal. Komponen utama dari suksesnya sebuah acara adalah adanya MC atai Master Ceremony.

Bicara perihal MC atau Master Ceremony yang namanya master adalah menguasai. Menguasai sebuah acara. Secara harfiah, MC artinya penguasa acara, pembawa acara, atau pemandu acara.

Master = penguasa, ahli.
Ceremony = Acara.

MC adalah seni membawakan acara dengan bahasa lisan yang efektif dan vocal yang jelas (intonasi, speed, asentuasi atau penekanan kalimat, dan artikulasi atau pengucapan kata dan kalimat) yang didukung oleh penggunaan bahasa lisan maupun tulisan dan bahasa tubuh (gestural). Bahkan ada yang mengatakan, seorang MC adalah seniman kata-kata dan seniman bahasa tubuh.

Beberapa kesalahan MC/Master of Ceremony


Kamu sering mendengar seorang pemandu cara atau Master of Ceremony (MC) mengatakan waktu dan tempat kami persilakan.

Selain itu hal di atas, Kamu juga sering mendengar atau menyaksikan pembawa acara mengatakan "untuk mempersingkat waktu" dan "menginjak acara".

Ketiga frasa atau ungkapan tersebut sebenarnya adalah beberapa kesalahan MC dalam membawakan acara atau menjadi MC itu sendiri.

Nah Karena merupakan kekeliruan dan kesalahan dalam memandu sebuah acara atau kesalahan dalam menjadi Master of Ceremony/MC, maka ketiga kalimat seperti yang telah dijelaskan di atas sebaiknya dihindari atau tepatnya jangan digunakan lagi oleh MC dalam memandu atau membawakan sebuah acara.

Waktu dan Tempat Kami Persilakan


Ungkapan "waktu dan tempat kami persilakan" bisa dibilang "salah kaprah", yaitu kesalahan yang berulang-ulang, sering dilakukan, diikuti oleh banyak orang, dan tidak ada yang mengoreksinya sehingga dianggap benar.

Kamu pasti bertanya Kenapa ungkapan "waktu dan tempat kami persilakan" itu salah, keliru, atau tidak tepat? Inilah alasannya seperti dilansir KoranSekolah.com dari romeltea.

Pertama, kalimat "waktu dan tempat kami persilakan" itu termasuk kalimat yang "tidak logis" alias "tidak dapat diterima akal yang sehat". Mengapa dikatakan demikian?berikut penjelasannya.

Yang mau ngasih sambutan/ngisi acara siapa? 'Kan bukan "waktu dan tempat"? Lalu, kenapa mempersilakan "waktu dan tempat"?

Jadi, ungkapan "waktu dan tempat kami persilakan" itu salah karena "mempersilakan waktu dan tempat" untuk memberi sambutan/mengisi acara.

Lucu kali ya, kalo ada orang yang dipersilakan memberi sambutan, lalu diam saja. Ketika ditanya kenapa diam saja, ia berkata: "Lho, yang dipersilakan 'kan waktu dan tempat, bukan saya!" singkatnya seperti itu.

Seterusnya, semua orang mengerti dan paham, bahwa yang dipersilakan adalah pengisi acara, misalnya ketua panitia, untuk memberikan kata sambutan.

Tapi lucunya begini, Kita sering menyalahkan pengisi sambutan dan acara yang kelamaan. Padahal itu adalah kesalahan karena kita telah memberikan waktu dan tempat pada Dia. Ya kasarnya, udah diberikan ya sesuka dia, mengisi sebentar atau lama.

Lalu apa kata yang tepatnya? Ini point pentingnya. Secara bahasa kalimat yang tepatnya adalah "kepada Bapak Kepala Sekolah kami persilakan.."

Kamu bisa menambahkan komunikasi interpersonal kepada sang pengisi acara dengan bahasa "silakan Pak/Ibu.." jika acara tersebut bersifat nonformal.

Lalu Bagaimana dengan Disilakan atau Dipersilakan?


Nah, setelah membaca uraian di atas kamu pasti bertanya-tanya dengan kata atau ungkapan disilakan dibeberapa acara formal.

Kata lainya dari disilakan ini adalah dimohon. Untuk penghunaan kalimatnya adalah seperti berikut.

Kepada hadirin dimohon berdiri.
Atau Hadirin dimohon duduk kembali

Bingung dengan pembahasannya? Begini, Disilakan, dipersilakan, atau dimohon adalah kalimat pasif. Kalimat lengkapnya: disilakan/dimohon oleh xxx. Pertanyaannya, siapa yang menyilakan, mempersilakan, atau memohon? Siapa yang menyialakan pengisi acara tampil? Siapa yang memohon hadirin berdiri?

Jadi, ungkapan disilakan/dimohon  secara harfiah kurang atau mendekati tidak tepat. Yang tepat adalah "kami silakan", "kami persilakan", atau "kami mohon untuk berdiri".

Pertanyaan lagi, Siapa kami dalam kalimat di atas? Kami adalah pemandu acara sebagai wakil panitia, wakil penyelenggara dan/atau atas nama penyelenggara atau tuan rumah penyelenggara acara.

Bisa kamu bayangkan, Bagaimana ketika MC mengatakan "Hadirin dimohon berdiri" yaps,, lalu bagaimana jika ada diantara yang hadir bertanya.

"Diapa yang memohon kami bersiri?" atau "siapa yang menyilakan kami duduk kembali?" jadi berabe kan jika ini terjadi.

Perihal Menginjak Acara


Selain Waktu dan Tempat Kami Persilakan, beberapa ungkapan lainnya yang juga merupakan kesalahan ungkapan MC lainnya yang sering dilakukan pemandu acara (MC) adalah kalimat menginjak kepada acara selanjutnya.

Komedinya adalah siapa yang menginjak-injak acara? Jika dibuat banyolan lagi ini merupakan kesalahan dan kekerasan dalam sebuah acara. Jika ada kekerasan diantara kamu dalam sebuah acara. Apakah acaranya akan jadi menarik?

Jadi, hindarilah penggunaan kalimat menginjak acara. Ganti dengan, misalnya, "acara berikutnya", "acara selanjutnya", atau "kini saatnya kita persilakan...".

Kesalahan selanjutnya adalah Untuk Mempersingkat Waktu


Satu lagi salah kaprah dalam teknik MC, yakni ungkapan "untuk mempersingkat waktu".

Waktu bisa disingkat gitu? Kasarnya waktu kok disingkat? Mana bisa? Kamu siapa? Hehehe Waktu mengalir alamiah, natural. Detik tidak bisa dipercepat. Pergerakan jarum jam sudah "standar" begitu, tidak bisa diubah-ubah, kecuali jamnya error!

Jadi, Solusinya bagaimana dan seperti apa?

Hindari pengucapan "mempersingkat waktu" dan tidak usah diganti dengan ungkapan apa pun. Langsung saja ucapkan: "Baiklah hadirin, mari kita mulai acara pertama, yaitu pembukaan..." atau "Hadirin yang berbahagia, mari kita awali acara kita dengan basmalah...."

Masih adakah salah kaprah MC selain "waktu dan tempat kami persilakan", "menginjak acara", dan "mempersingkat waktu"?

Jika ada silahkan coret di kolom komentar ya, terimakasih telah membaca artikel di KoranSekolah.com yang berjudul Teknik MC dan Beberapa Kesalahan Umum Dalam Memandu Acara. Artikel disarikan dari pengalaman pribadi, romeltea, pakar komunikasi dan wikipedia serta KBBI. Jangan ada kesalahan antara kamu di dalam sebuah acara ya. Share yuk buat temanmu yang suka ngem-si.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar