Skip to main content

follow us

Kita Adalah Sang Pembeda, Terlahir Unik dan Berbeda



Kita Adalah Sang Pembeda, Terlahir Unik dan Berbeda

Babak delapan besar UEFA Champions League 2017/2018 telah usai, empat team raksasa dari empat negara berbeda dipastikan lolos ke babak semi final, ada Liverpool, AS Roma, Bayern Munchen dan Real Madrid. Kesuksesan empat team ini dilalui dengan kerja keras dan perjuangan tactical yang rumit.

Siapa sangka, Manchester City yang begitu jumawa dengan materi skuad jempolan, datang ke Anfield dengan penuh percaya diri, tapi Mohammed Salah hadir sebagai pembeda meruntuhkan mimpi besar The Citizen di kancah Eropa.

Bertekad membalikkan keadaan sepekan kemudian di Etihad Stadium, pasukan arahan Josep Guardiola masih optimis bisa melaju menyingkirkan Liverpool. Asa itu tumbuh ketika Gabriel mampu membuka skor di menit kedua, sehingga Liverpool makin tertekan sepanjang laga.

Tapi, lagi-lagi Mohammed Salah hadir sebagai pembeda dengan goal penyama, yang praktis menghentikan langkah Manchester City ke babak selanjutnya. Tidak itu saja, team se-kota United itu harus hancur lebur kalah di dua leg sekaligus.

Siapa sangka, dengan modal kemenangan meyakinkan Barcelona atas AS Roma, skor 4-1 menggaransi satu tiket nyaris sudah di genggaman El Barca. Namun satu goal tandang kreasi Edin Dzeko telah cukup bagi AS Roma untuk memberi kesempatan Lionel Messi dkk bersorak-sorai di Nou Camp.

Sepekan kemudian ketika waktunya tiba, AS Roma seperti memberi pelajaran cara bermain sepakbola kepada Barcelona, tiga gol brutal ke gawang Ter Stegen membuat para komentator liga kehabisan kata-kata. La Blaugrana kembali membumi dan pulang ke Catalonia.

Edin Dzeko adalah sang pembeda di AS Roma, si jangkung yang acap kali membuat empat bek sejajar Barcelona kelimpungan sepanjang 90 menit waktu normal. Dengan duel udara, speed dan determinasinya, Dzeko kembali mencatatkan namanya di papan skor leg kedua.

Siapa sangka, kedigdayaan Si Nyonya Tua di Juventus Stadium harus bungkam tiga goal tanpa balas oleh pasukan elit Real Madrid. Aktor lapangan yang menjadi pembeda tentu saja tersemat pada diri Christiano Ronaldo, satu goal saltonya pun mendapat standing applause dari para Juventini, meski goal itu harus bersarang ke gawang team kesayangan mereka sendiri.

Sepekan kemudian, Juventus coba merubah taktik, baru se-babak jalannya pertandingan, pasukan Zinedine Zidane sudah ketinggalan dua goal, bahkan Juventus berbalik di atas angin setelah lahirnya goal ketiga yang menyamakan aggregat 3-3.

Real Madrid kian tertekan, namun sang pembeda hadir di waktu yang tepat, Ronaldo kembali menjadi pahlawan lewat goalnya di titik putih masa injury time 90+6. Kemenangan paling dramatis dalam sejarah sepakbola.

Ya, semua pemain sudah mengerahkan segenap kemampuannya, dan mereka semua adalah pemain hebat. Jajaran pelatih juga sudah meracik strategi mumpuni jalani laga-laga berat, mereka semua jenius. Tapi, dari sekian banyak pemain, ada satu pembeda. Dari sekian banyak pelatih, ada satu pembeda.

Sesungguhnya, setiap kita dilahirkan unik dan mampu menjadi sang pembeda, karena kita adalah kreasi dan Mahakarya indah Sang Pencipta. Kita adalah sang pembeda dan spesialis yang tiada duanya di dunia. Cari, temukan dan optimalkanlah talenta unik diri kita agar lebih berdaya guna.

Apakah itu bakat di bidang olahraga, agama, seni, pendidikan, kepemimpinan, sosial atau bidang lainnya. Apakah itu potensi dalam berniaga, mengajar, menulis, berorasi, atau keterampilan hidup lainnya, karena setiap kita adalah batu bata-batu bata pengisi peran penting dari sebuah bangunan peradaban yang bernama kehidupan.

Ditulis oleh Muhammad Voni Susanto

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar