Skip to main content

follow us

Adab-adab Hutang Piutang Dalam Islam yang Wajib Untuk Diketahui


Merasa punya Hutang Piutang? Jika iya maka kamu termasuk salah satu orang yang wajib membaca artikel ini. Baik hutang maupun piutang akan tetap dicatat. Dan akan dipertanggungjawabkan hingga ke padang Masyar kelak. Hutang piutang di dalam Islam diperbolehkan. Tapi ada beberapa adab dalam melakukan hutang piutang. Oleh karena itu janganlah untuk meremehkan perkara hutang piutang.

Ada beberapa aturan atau adab (ketentuan) dalam hal hutang piutang. Kurang lebih ada 11 adab berhutang dan berpiutang dalam Islam yang wajib diketahui oleh seorang Muslim. Mulai dari mencatat, niat, rasa takut dalam membayar, jangan tenang, cara menagih, jangan tunda, mempersulit hingga doa yang baik bagi pemberi hutang.

Berikut adalah adab-adab Hutang Piutang dalam Agama Islam yang Wajib diketahui setiap Muslim.

1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.

Jangan pernah untuk tidak mencatat Hutang Piutang. Dalam Islam Mencatat Hutang Piutang sangat dianjurkan. Karena ini akan sangat memudah mengingat serta pembayaran hutang piutang oleh yang diberi utangan (orang yang mengutang) dan bagi pemberi hutang. Hal ini juga mempermudah ahli waris serta siapapun nanti dikemudian hari jika yang diberi hutang (yang ngutang) telah tiada.

Hal Mengenai Jangan pernah untuk tidak mencatat Hutang Piutang disebutkan dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 282 seperti yang diuraikan di bawah ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة 282

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282)

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.

Jangan pernah berniat untuk tidak melunasi utang. Dalam beberapa kasus ada beberapa dan sebagian orang berniat untuk tidak melunasi hutang. Padahal di dalam Islam berniat tidak melunasi utang sangat dilarang. Seperti yang ditukilkan dalam hadist Riwayat Ibnu Majah berikut ini.



عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410

"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.

Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga dijelaskan dalam Hadist Riwayat Muslim 1886  berikut ini.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ‏"‏ ‏.‏ رواه مسلم 1886

"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". (HR Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.

Jangan merasa tenang kalau masih punya utang maksudnya disini adalah janganlah merasa tentram dan adem-adem saja seperti tidak ada hutang. Seperti pepatah Minang yang mengatakan "Cinto Uda ka Adiak Bak Hutang alun Tabayia, Manyeso Siang jo Malam" Artinya hutang itu selalu menghantui dan teringat agar segera dibayarkan. Hehehe

Jangan merasa tenang kalau masih punya utang. Hal ini diterangkan di dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah 2414 yang berbunyi kurang lebih sebagai berikut.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2414

"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah ~ shahih)

5. Jangan pernah menunda membayar utang.

Jangan pernah menunda membayar utang itu adalah adab hutang piutang dalam Islam selanjutnya. Mengenai adab hutang piutang Jangan pernah menunda membayar utang ini diterangkan dalam Hadist Riwayat Bukhari 2287, Muslim 1564, Nasai 4688, Abu Daud 3345 dan Tirdmidzi 1308 seperti di bawah ini.


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ‏"‏‏.‏ رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308

"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

Mengenai adab Hutang Piutang selanjutnya Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang diterangkan dalam Hadist Riwayat Bukhari 2392, Muslim 1600, Nasai 4617, Abu Daud 3346, dan Tirmidzi 1318 berikut ini.


فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ‏"‏‏.‏ رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318

"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

Dalam Hutang Piutang, Islam menganjurkan Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang. Ini seperti diterangkan dalam Hadist Riwayat Nasai 2202 dan Ibnu Majah 4696.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "‏ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696

"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang." (HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

Di dalam Islam adab membayar Hutang Piutang selanjutnya adalah jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit nominalnya. Karena dalam Islam Hutang tetaplah hutang. Ini dijelaskan dalam Hadist Riwayat Tirmidzi 1078 dan Ibnu Majah 2506.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ‏ "‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ‏"‏. رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506

"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

Adab Hutang Piutang selanjutnya adalah Jangan Pernah Berbohong kepada pihak atau orang yang memberikan utang. Hal ini terdapat dalam hadist Riwayat Bukhari 2397, 833, Muslim 589, Ibnu Daud 880,Nasai 5454 dan 5472.

قَالَ ‏"‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏"‏‏.‏ البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454

"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." (HR Bukhari dan Muslim)

10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

Selanjutnya adab dalam berhutang adalah jangan pernah bernjanji jika tidak mampu memenuhinya. Ini tertuang di dalam Alquran Surat Israa' ayat 34.

...وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا... سورة الإسراء 34

"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." (QS Al-Israa': 34)

11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

Adab berhutang dan memberikan piutang dalam Islam yang terakhir dan paling menarik adalah jangan pernah lupa untuk mendoakan orang yang telah meringankan dan memberikan Hutang. Ini dijelaskan dalam Hadist Riwayat Nasai 2567 dan Abu Daud 5106.

وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ‏"‏ ‏.‏ رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109

"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. (HR Nasai dan Abu Daud)

Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya." (HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Nah demikianlah Adab-adab Hutang Piutang Dalam Islam yang Wajib Untuk Diketahui. Banyak hal yang membuat semuanya mudah jika dilakukan dengan sesuai Alquran dan Hadist. Semoga artikel tentang Adab-adab Hutang Piutang Dalam Islam yang Wajib Untuk Diketahui ini bermanfaat. Dan semoga pembaca dan pembaca yang membagikan artikel ini dengan tidak pernah terhenti di dirinya dibebaskan dari Hutang. Amin Allahumma Amin.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar