Skip to main content

follow us

Hukum Puasa Jika Mimpi Basah di Bulan Ramadhan alias Hukum Mimpi Basah Saat Berpuasa


Seperti yang diketahui, Bulan Ramadan adalah bulan diwajibkannya atas setiap muslim laki-laki maupun muslim Perempuan yang telah baligh (cukup akal) untuk berpuasa. Mereka dilarang untuk makan, minum, dan berhubungan suami istri, dan segala rupa yang dapat membatalkan puasa, sejak saat terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Namun ada beberapa hal menarik yang bisa diintip adalah tentang Hukum Puasa Jika Mimpi Basah di Bulan Ramadhan alias Hukum Mimpi Basah Saat Berpuasa.

Hukum Mimpi Basah Saat Berpuasa
Salah satu yang seringkali menjadi pertanyaan bagi muslim terutama Remaja Muslim seperti umumnya pembaca KoranSekolah.com. Nah seperti apakah dan bagaimanakah hukum bagi orang yang sedang menjalankan puasa, tetapi mengalami mimpi basah sampai mengeluarkan air mani.

Berikut ini adalah penjelasan tentang Hukum Puasa Jika Mimpi Basah di Bulan Ramadhan alias Hukum Mimpi Basah Saat Berpuasa :

Pada umumnya mimpi basah terjadi pada remaja pria sebagai tanda bahwa dirinya sudah memasuki masa dewasa. Jika terjadi pada lelaki dewasa, umumnya bagi mereka yang tidak beristri atau beristri namun sudah lama tidak berhubungan badan sehingga kantong sperma (vesikula seminalis) telah penuh oleh sperma yang dihasilkan oleh testis. Disebabkan kapasitas kantung sperma yang tidak mampu menampung lagi, maka stok sperma lama harus dibuang. Mekanisme pembuangan seperti tersebut diatur oleh otak dan biasanya terjadi pada malam hari, yakni saat seorang lelaki sedang tidur. Dengan demikian, mimpi basah terjadi di luar kesadaran.

Syeikh Ibn Baaz didalam Majmu’ al Fatawa (15/276) ditanya tentang seseorang yang tidur di siang hari Ramadhan lalu dia bermimpi dan keluar mani darinya maka apakah ia harus mengqadha hari itu?

Beliau menjawab,”tidak ada qadha baginya karena mimpi itu diluar kehendaknya akan tetapi diharuskan baginya mandi (junub) jika dia mendapati mani.”

Syeikh Ibnu Utsaimin didalam Fatawa ash Shiyam hal. 284 mengatakan tentang orang yang berimimpi di siang hari Ramadhan?

Beliau menjawab,”Puasanya sah. Sesungguhnya bermimpi tidaklah membatalkan puasa karena ia diluar kehendaknya. Telah terangkat pena darinya pada saat ia tidur.”

Al Lajnah ad Daimah (10/274) menyebutkan,”Barangsiapa yang bermimpi sementara dia dalam keadaan berpuasa atau ihram haji atau umrah maka tidaklah berdosa, tidak pula kafarat dan tidaklah mempengaruhi puasa, haji dan umrahnya namun diwajibkan baginya mandi junub jika keluar mani.” (Fatawa al Islam Sual wa Jawab No. 38623)

Merujuk pada sabda Rasulullah, bahwa: "Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat suatu amal) untuk tiga orang, yakni orang gila sampai dia sadar, orang tidur sampai dia bangun dan anak kecil sampai dia baligh." (HR.An-Nasa'i, Abu Daud, Tarmudzi, Ibnu Majah dan dinilai sahih oleh Al-Albani).

Didalam ‘al Mughni” (4/363) disebutkan bahwa seandainya seorang bermimpi maka tidaklah merusak puasanya karena hal itu diluar kehendaknya sepertihalnya seorang yang kemasukan sesuatu di tenggorokan sedangkan ia dalam keadaan tidur.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarhul Mumti' [3/60-61] cetakan Darul Atsar berfatwa: "Mimpi basah tidaklah membatalkan puasa. Meskipun sebelum tidur dia sempat memikirkan sesuatu, kemudian di tengah-tengah tidurnya dia mimpi basah, karena seorang yang tidur tidaklah memiliki kehendak. Dan sungguh pena (catatan amal) telah terangkat darinya (termaafkan)."

Syeikh Ibnu Utsaimin didalam Fatawa ash Shiyam hal. 284 mengatakan tentang orang yang berimimpi di siang hari Ramadhan adalah ”Puasanya tetap sah. Sesungguhnya bermimpi tidaklah membatalkan puasa karena itu diluar kehendaknya.

Sementara, jumhur ulama berpendapat bahwa puasa orang yang mimpi basah tetap sah, namun yang bersangkutan berkewajiban untuk menyegerakan mandi junub setelah terbangun dari tidurnya. Puasanya tidak batal karena peristiwa mimpi basah terjadi di luar kesadaran mengingat kejadiannya pada saat tertidur. Seseorang yang sedang tertidur tidak memiliki kontrol diri, termasuk keluarnya air mani saat mimpi basah.

Demikian sedikit penjelasan tentang hukum mimpi basah dalam keadaan puasa, atau Hukum Puasa Jika Mimpi Basah di Bulan Ramadhan alias Hukum Mimpi Basah Saat Berpuasa semoga bermanfaat. Wallahu alam bis-shawab.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar