Skip to main content

follow us

Jenis-jenis Kelainan Pada Kuku Yang Wajib Kamu Ketahui

Pernah memperhatikan kuku di kaki dan tangan? Banyak jenis dan bentuk kelainan pada kuku. Banyak hal dan penyebab dari kelainan kuku tersebut. Namun kali ini bahasannya bukan tentang penyebab. Tapi lebih ke jenis-jenis kelainan pada kuku. Meski diulasan nanti KoranSekolah.com tetap alan memberikan sedikit bocoran penyebab kenapa kuku menjadi lain atau memiliki kelainan.

Jangan abaikan hal seperti Munculnya garis putih, bercak warna, atau perubahan bentuk pada permukaan kuku adalah sederet kelainan pada kuku. Karena kelainan pada kuku bisa menjadi penanda adanya penyakit serius.

Kelainan pada kuku biasanya dapat diamati dengan mudah. Tanda tersebut muncul dikarenakan fungsi tubuh yang terganggu akibat penyakit yang menyertainya. Agar lebih paham, yuk disimak sampai selesai ulasan KoranSekolah.com tentang kelainan pada kuku yang tidak boleh kamu abaikan.

Kelainan pada Warna kuku perubahan warna kuku. menunjukkan adanya kelainan. Kuku yang normal umumnya berwarna merah muda dan memiliki tekstur yang mulus. Pada kuku yang mengalami kelainan, kamu mungkin mendapati perubahan warna pada kuku diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Kuku Pucat atau Berwarna Putih.


Kuku yang terlihat pucat dapat menjadi gejala dari beberapa penyakit seperti anemia, malnutrisi, hingga gagal jantung kongestif. Jika warna putih pada kuku tampak nyata dan disertai kulit yang berwarna kekuningan, ini dapat menjadi ciri dari penyakit hati yang serius, seperti hepatitis.

2. Kuku Berwarna Kuning


Kuku berwarna kuning adalah gejala umum dari infeksi jamur kuku. Jika infeksi bertambah parah, kuku terlihat menebal, rusak, lama kelamaan akan hancur atau terlepas dari bantalannya.

Pada sejumlah kasus, kuku berwarna kuning dapat menjadi gejala gangguan kesehatan yang parah, seperti penyakit kelenjar tiroid, penyakit paru-paru, diabetes, atau psoriasis.

3. Kuku Berwarna Kebiruan


Warna biru pada kuku menandakan bahwa tubuh kekurangan suplai oksigen. Hal ini juga dapat menjadi ciri penyakit pada paru-paru, misalnya emfisema paru, di mana pertukaran oksigen dan karbon dioksida tidak berlangsung dengan baik akibat kerusakan pada alveolus (kantong-kantong udara pada paru-paru).

4. Kuku Berlekuk (Nail Pitting)


Terdapat lekukan dalam pada bagian tengah kuku  atau lebih dikenal di dunia kedokteran sebagai Nail Pitting. Nail Pitting adalah kondisi yang ditandai dengan adanya lekukan atau lubang pada kuku.

Lekukan atau lubang ini dapat disertai dengan adanya perubahan warna, penebalan, perubahan bentuk, atau pertumbuhan kuku secara tidak normal.

Kondisi ini dapat menjadi gejala dari sejumlah penyakit di antaranya eksim, alopecia, dan paling sering terjadi pada penderita psoriasis yang seringkali disebut juga sebagai psoriasis kuku.

Kuku pada penderita psoriasis berpotensi mengalami onikolisis, yaitu terangkatnya lempengan kuku dari bantalan kuku. Jika kondisi ini bertambah parah, kuku akan menjadi rusak dan hancur.

3. Kuku Tabuh (Nail Clubbing)


Kuku tabuh tampak membulat dan berukuran besar atau biasanya dikenal dengan Nail Clubbing.

Kuku dengan kondisi clubbing memiliki ciri khas berupa bentuk kuku yang membulat dan melebar sehingga sudut antara lempengan kuku dan jaringan kutikula pun membesar.

Selain itu, bantalan kuku juga melunak dan tampak mengambang, ujung jari juga menjadi lebih lebar dan menonjol.

Penyebab pasti kondisi ini belum diketahui, tapi beberapa penyakit disinyalir terlibat dalam berubahnya struktur bantalan kuku hingga bisa melebar dan menebal.

Beberapa jenis penyakit yang sering dikaitkan dengan kondisi ini di antaranya:

A. Kanker paru-paru

B. Bronkiektasis

C. Fibrosis paru

D. Asbestosis

Jika mengalami kelainan pada kuku sehingga kuku tampak berbentuk tabuh, dianjurkan sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk mengetahui apakah kondisi ini dipicu oleh penyakit tertentu.

4. Kuku Sendok (Koilonychia)


Penderita koilonychia memiliki kuku yang melengkung seperti sendok.

Pada orang yang mengalami koilonychia, kuku tampak melengkung sedemikian rupa sehingga tampak seperti sendok.

Koilonychia mungkin menjadi gejala dari beberapa penyakit, contohnya saja:

A. hemokromatosis (penyerapan zat besi dari makanan secara berlebihan oleh hati)

B. Penyakit autoimun, seperti lupus

C. anemia defisiensi besi

D. Infeksi jamur kuku

E. Hipotiroidisme

F. Penyakit pada tulang dan otot

G. Penyakit jantung

Pada umumnya Risiko terjadinya koilonychia lebih tinggi pada lansia.

Namun dalam beberapa kasus kelainan pada kuku. Umumnya seseorang dengan sirkulasi darah yang buruk dapat memiliki kuku yang tipis sehingga kemungkinan mengalami kondisi kuku sendok ini juga meningkat.

Selain itu, seseorang yang kekurangan asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang (misal, hanya mengonsumsi sayuran), dan kondisi menstruasi dapat memperbesar risiko koilonychia. Guna mencegahnya, diperlukan mencukupi kebutuhan zat besi harianmu dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi.

5. Terry’s Nails


Kuku tampak memiliki garis berwarna putih atau dikenal dengan sebutan Terry's Nails. Terry’s Nails meski memiliki nama yang keren.

Namun Terry's Nails memiliki ciri berupa kuku berwarna putih dengan bagian berwarna merah muda di ujung kuku.

Kondisi ini banyak terdapat pada lansia. Namun, bisa juga menjadi gejala dari penyakit hati, penyakit jantung kongestif, diabetes, hingga gagal ginjal.

Gejala kuku tampak berwarna putih karena Terry’s Nails sebenarnya sering kali disalah artikan sebagai Leukonychia.

Perbedaan keduanya adalah kondisi yang berbeda, Leukonychia terjadi karena kecacatan pada lempengan kuku, sedangkan Terry’s Nails diakibatkan oleh kecacatan pada bantalan kuku.

6. Beau’s Lines


Terdapat lekukan dan perubahan warna pada kuku. Beau’s Lines tampak seperti lekukan berupa garis melintang dan terbentuk di atas permukaan kuku. Lekukan ini muncul karena pertumbuhan kuku pada area tersebut terganggu oleh cedera atau penyakit yang parah. Biasanya, penyakit yang terkait dengan kondisi ini adalah:

• Diabetes

• Penyakit pada pembuluh darah perifer

• Campak

• Penyakit gondok

• Pneumonia

• Kekurangan zinc

Kelainan pada kuku memang dapat menjadi penanda dari sejumlah penyakit.

Namun, jangan jadikan kondisi kuku sebagai acuan utama dalam menentukan adanya penyakit tertentu pada tubuh ya! Karena diagnosis dari dokter yang berkompeten jauh lebih penting untuk menghindari kesalahan dalam penanganan dan pengobatan.

Jika menemukan adanya kelainan pada kuku, selain mencari informasi, kamu juga sangat perlu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebabnya.

Ingat, penanganan sedini mungkin memberikan hasil yang terbaik! Mari mulai hidup sehat dari artikel kesehatan dari KoranSekolah.com yang berjudul Jenis-jenis Kelainan Pada Kuku Yang Wajib Kamu Ketahui. Jangan lupa share ya!

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar